Hidup Ala Mahasiswa: Cara Seru-seruan yang Hemat

Sejak dulu saya suka mencoba hal-hal baru dan menarik. Rasanya kalau sudah lama melakukan hal yang sama, saya jadi cepat bosan dan tidak terinspirasi. Hal-hal seru yang dimaksud di sini tidak selalu berarti sesuatu yang ekstrem, tapi bisa saja hal sederhana yang memang belum pernah kita lakukan. Contohnya, saat SD saya sengaja ikut kakak saya menonton konser Element yang waktu itu masih booming karena saya tidak pernah nonton konser sebelumnya. Tapi namanya juga anak sekolah, masih dibatasi macam-macam oleh orang tua, jadi seringkali keinginan seru yang dianggap nyeleneh ditolak oleh beliau berdua.

Batasan yang kadang membuat saya terkekang ini untungnya mulai melonggar setelah kelulusan SMA, atau tepatnya setelah saya resmi jadi mahasiswa. Jam kuliah yang fleksibel dan ragam kegiatan yang susah diikuti jadwalnya oleh orang tua membuat saya lebih bebas menentukan kegiatan dan batasan diri sendiri. Keuntungan sebagai mahasiswa tentu saja selalu diikuti oleh tantangannya. Karena kebebasan sudah diberikan, maka kepercayaan pun harus dijaga. Selain menjaga diri sendiri, hal penting lainnya yang harus dijaga adalah finansial pribadi. Sebagai mahasiswa biasanya kita diberi keleluasaan mengatur finansial sendiri dengan diberikan sejumlah uang yang cukup besar untuk segala macam kebutuhan. Pokoknya uangnya sebanyak itu, untuk apa, bagaimana caranya, berapa, itu semuanya kita atur sendiri. Kalau tidak hati-hati bisa-bisa kita habiskan semuanya untuk kegiatan seru-seruan. Padahal kehidupan mahasiswa membutuhkan banyak biaya untuk tugas-tugas dan sebagainya.

_dsc4516
mahasiswa punya banyak tugas dan biaya!

Pada awalnya saya pun sedikit kerepotan karena saat itu adalah pengalaman pertama mengatur keuangan pribadi dalam jangka sangat panjang. Padahal saya sendiri juga sering tergoda untuk melakukan banyak hal seru, apalagi sebagai mahasiswa kesempatan untuk melakukannya juga terbuka lebar. Setelah melewati proses trial and error, akhirnya saya menemukan cara-cara agar tetap bisa seru-seruan, hemat, dan bertanggungjawab sebagai mahasiswa. Inilah cara-cara saya:

Membuat budgeting bulanan.

Perkirakanlah kebutuhan kamu setiap bulan dan juga biayanya. Ini termasuk biaya makan, transportasi, pulsa, bayar kuliah, tugas-tugas, dan kebutuhan pokok lainnya. Baru berapapun sisanya, itulah biaya yang sebaiknya kamu gunakan untuk seru-seruan. Pokoknya, jangan tukar skala prioritas ini dan disiplinlah dalam menjalankannya, kalau tidak mau terlibat masalah keuangan yang di masa depan bisa menjerat kamu sendiri. Banyak juga lho teman-teman mahasiswa yang tidak disiplin mengatur keuangan dan berakhir menggadaikan banyak barang atau berhutang sana-sini, padahal kebiasaan buruk ini bisa menggerogoti karir dan keuanganmu di masa depan. Kalian tidak mau kan, belum apa-apa sudah bangkrut duluan?

Cari versi murah bahan-bahan tugas.

Kalau di perencanaanmu budget untuk seru-seruan belum cukup, coba cari cara untuk mengurangi pengeluaranmu. Biasanya yang paling mungkin dipangkas adalah biaya bahan-bahan tugas. Sebisa mungkin carilah versi murahnya. Daripada membeli buku coba pinjam di perpustakaan atau fotokopi materi dari kakak tingkat, atau daripada menghabiskan uang untuk print out bahan konsultasi ke dosen, coba usul pada dosen agar bisa menyerahkan bahan konsultasi dalam bentuk soft file. Kalau penghematan tersebut dilakukan berulang-ulang, dijamin budget biaya tugasmu akan tersisa dan bisa kamu salurkan untuk biaya seru-seruan.

Cari pemasukan sampingan.

Kalau masih belum puas juga, coba tambah pemasukan kamu dengan bisnis sampingan. Kehidupan mahasiswa punya lahan usaha besar yang potensial untuk dimanfaatkan, lho. Hal ini karena di kehidupan akademik ada banyak orang-orang yang kamu temui yang memiliki berbagai macam kepentingan dan sering membutuhkan tenaga bantuan untuk menyelesaikan semuanya. Contohnya, kamu bisa menyediakan jasa terjemahan materi kuliah bagi mereka yang kesulitan berbahasa inggris, menyediakan jasa input data penelitian untuk dosen, jasa membagikan kuisioner penelitian mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir, bahkan menyediakan jasa antar katering untuk mahasiswa super sibuk! kalau kamu coba perhatikan lagi, masih banyaaakkk lagi celah di sekitarmu yang bisa kamu jadikan usaha tambahan.

Cari diskon atau voucher diskon.

Ini adalah ultimate technique untuk mahasiswa yang suka seru-seruan versi hemat: berburulah diskon atau voucher diskon. Setiap bisnis biasanya akan menerapkan strategi diskon ini saat sedang mempromosikan produknya. Celah inilah yang bisa kamu manfaatkan untuk menekan biaya seru-seruanmu. Kuncinya adalah timing yang pas, karena tidak setiap saat diskon itu diadakan, jadi kamu harus menyambar kesempatan saat momen itu datang!

Asyiknya, sekarang sudah tidak susah seperti dulu untuk berburu diskon. Kamu tidak perlu sengaja mengikuti berbagai akun dan mengecek timeline setiap hari supaya tidak melewatkan kesempatan diskon. Sekarang sudah ada layanan e-coupon online yang berbentuk aplikasi smartphone berbasis android dan IOS yang mudah untuk digunakan, jadi kamu nggak perlu repot-repot mencari informasi tiap vendor bisnis yang kamu mau, karena kalau mereka memberi diskon kebanyakan akan lewat layanan ini. Ditambah layanan ini sering memberikan promo-promo ekslusif yang tidak tersedia untuk umum. Contoh layanan semacam ini adalah Dealoka (download Dealoka di sini). Hmm, rasanya seperti dapat harta tersembunyi ya, kalau kita bisa dapat voucher diskon sementara yang lain harus membayar harga penuh untuk produk yang sama?

Ini adalah ultimate technique untuk mahasiswa yang suka seru-seruan versi hemat: berburulah diskon atau voucher diskon.

dealoka-1
voucher diskon Dealoka – kategori fun & activities

Cara memakai aplikasi dealoka

Ngomong-ngomong, ada satu keuntungan tambahan kalau kamu membeli voucher diskon semacam ini, yaitu kamu berarti sudah memastikan budgetmu (yang sudah dipotong oleh jumlah diskon) dan itu membuatmu lebih akurat dalam menjalankan perencanaan keuangan, selain membuatmu lebih hemat pastinya. Tentu saja kamu tidak hanya bisa memanfaatkan voucher diskon untuk kegiatan seru-seruan, aplikasi voucher diskon memiliki banyak kategori voucher yang berguna untuk kehidupan akademik ataupun sehari-hari. Contohnya di screenshot Dealoka di atas ada voucher diskon untuk placement tes kursus bahasa inggris, institusi yang banyak diperlukan oleh mahasiswa. Jadi, layanan voucher diskon pun bisa membantu kamu menghemat keperluan akademik dan juga keperluan sehari-hari.

Kehidupan mahasiswa memang bebas dan juga penuh tantangan, ini juga merupakan fase untuk membuktikan kesungguhan pada diri sendiri, baik dalam segi pengembangan diri, pendidikan, dan juga kestabilan finansial. Namun, bukan berarti kamu harus terlalu tegang dalam menghadapinya karena seru-seruan itu juga penting untuk anak muda. Semoga cara-cara tadi bisa membantumu mengatur kehidupan ala mahasiswa. Berprestasi itu harus, tapi jangan lupa nikmati kehidupan! 🙂

Dealoka Testimonial

Strenght of The Fragiles

My favorite part of Social Work Ethics class in Chung-Ang University was its outdoor class: volunteering at blind children center. Finally there was a moment where we could experience something real about social work, rather than staying at class and discussing another philosophy stuffs.

photo 1 (2)

It’s still around 8 AM when I was arrived at Sooyoo Station. Then we took a bus about 20 minutes from the station to Hanbit Blind Children Center -the place where we would do our voluntary work.

Hesitantly I introduced myself in awkward Korean to the children and officers. I’ve never interacted with disabled or blind children before, so I was worried that I would misbehave. But surprisingly, a little girl approached then grasp my arm. She spoke closely to my ear. I asked for Soori’s help to translate and she said the girl wants to befriend with me. Hyoo Jin, I repeated after her name. She nodded and smiled.

Oh. we’re connected!

photo 2

photo 1

Comes to bathing time, there’re more difficulties for me. Even we did it together in a big bathroom, since boys and girls were separated, we the girls became outnumbered by the children. Language barrier, though, was the main cause of my difficulties. I kept interrupting Soori or Eun Jong to help me to translate what the children said to me. Their bodies were smooth, yet, fragile, so I was being attentive. I didn’t want to be failed noticing if there’s any important thing they want to tell me as I was bathing them.  As I was watching them talking and laughing at each other, I wonder how does it feel living their life not seeing how beautiful they are.

photo 3

Things went better when playing time’s started since it’s possible to do it altogether. Another two little girl approached me, they were Kim Hyoo Jin and Kim Eunji. I was started to get confused because they talked in the same time about different topics. Kim Hyoo Jin talked about classical music and all of the notes. while Eunji’s talking about Frozen and asked me to sing the soundtrack. It is undoubtedly famous, eh. After for a while maintaining the double job, finally I sang that song for them until the time’s over. They hugged me before we’re leaving the center, asking me to come back again anytime.

I felt bad about my self as I was leaving the center. It’s inevitable. Those children showed me how easy it was to be strong. Despite their physical limitations, they still let us whom are new to them to touch, led them walking, helped them bathing, like they hadn’t been hurt before. While I’m still often afraid of unknown things. Am still defensive to new people, just because I’m afraid to be hurt again, though I can see, hear, and think clearly. Compared to mine, their heart are even stronger and more sincere. Touched my heart who just met them for the first time. How a simple meeting can inspire so much. Without bragging or telling any story. we just did things together and I could see it. Clearly. Pure hearts inside fragile bodies. Inspiring me to be stronger than ever.

사진+2